Ramadan, Antara Ego & Rezeki

Senin | 21 Mei 2018


Bisnis.com, JAKARTA — Tidak terasa, saat ini masyarakat muslim sudah memasuki Ramadan. Menunaikan ibadah puasa selama 1 bulan. Ada banyak orang yang menjalankan puasa namun belum memahami kaitan puasa dengan rezeki. 

Aneh bukan,  berpuasa ada kaitan dengan rezeki? Bukannya puasa berkaitan dengan diet? Tidak. Dulu saya berpikir rezeki adalah masalah peluang (opportunity) orang bilang hidup mengadu nasib.  Masih banyak yang berpikir demikian. Ternyata setelah mempelajari rahasia, hidup bersumber dari ego. 

Untuk meninggalkan ego ini sulit,  hal yang mustahil.  Oleh karena itu kita selamanya dipenuhi dengan daftar belanja. Rolex, Louis Vuitton, Toyota Alphard, Via Vallen, Agnes Monica, dll.  Kok sulit ya meninggalkan ego.

Alhasil 95% pikiran kita ini bermuara semuanya kepada ego.  Masalah orang lain, emang gua pikirin. 

Philip kotler mengatakan marketing adalah bagaimana caranya melayani/memenuhi #kebutuhan orang lain. Jadi kuncinya opportunity itu pada orang lain,  bukan ego. 

Caranya adalah melalui pintu iba.  Bila pikiran Anda membara memikirkan daftar belanja Rolex,  Louis Vuitton,  atau Toyota Alphard, Anda stres resah tak berdaya menjelang masa depan, mulai mendekat kepada gembel,  coba berikan nasi rendang. 

Apakah cukup?  Tidak anda perlu mencegah untuk makan, mencegah untuk bicara. Tapi itu sulit.  Biar Dilan saja.  Kita cukup berpuasa.  Sedekah, zakat, dan wajib melaksanakan tugas demi fakir miskin. 

Setelah itu,  cobalah melepaskan ego,  mungkin tetangga butuh tukang AC,  atau tukang kolam renang,  atau teralis,  pagar.  Fokus pada kebutuhan orang lain.


 Kembali