Perputaran Uang Diperkirakan Rp457 Miliar

Senin | 11 Juni 2018


Perputaran Uang Diperkirakan Rp457 Miliar

PALOPO — Selama ramadan dan menghadapi lebaran, banyak uang baru yang beredar. Bahkan diperkirakan perputaran uang di Luwu Raya dan Toraja diperkirakan cukup tinggi.

Bank Sulselbar Cabang Utama Palopo sebagai pengelola kas titipan (kastip) Bank Indonesia (BI) mengakui perputaran uang di Luwu Raya dan Toraja sangat besar.

Kepala Bank Sulselbar Cabang Palopo, Andi Muliadi mengatakan, saat ini animo masyarakat dan perbankan akan kebutuhan uang tunai sangat tinggi. Hal itu dilihat dari kas titipan BI yang sudah habis terbagi. Sementara dropping dana dari Bank Indonesia terakhir dilakukan, Kamis 7 Juni 2018, lalu. Sementara pelayanan perbankan berakhir, Jumat 8 Juni 2018.

Andi mengatakan lebih jauh, sejak Mei lalu hingga awal Juni, pihaknya melakukan tiga kali dropping dana.

Ia mengurai selama Mei, kastip BI melakukan dropping dana sebanyak Rp295 miliar yang dilakukan selama dua kali, sementara pada awal Juni di pekan pertama ditambah lagi sebanyak Rp162 Miliar.

“Jadi uang yang beredar di masyarakat itu kurang lebih Rp457 Miliar di Luwu Raya dan Toraja,” katanya mantan Kepala Bank Sulselbar Cabang Polman, Jumat 8 Juni 2018 yang ditemui di kantornya.

Ttingginya peredaran uang di masyarakat juga dipicu tingginya permintaan uang baru menjelang lebaran.

Memang kebutuhan uang tunai di perbankan pada momen tertentu cukup tinggi, apalagi di momen menjelang lebaran. Di teller perbankan seperti misalnya Bank Sulselbar dominan dilakukan transaksi penarikan. Termasuk pembayaran gaji pensiunan dan pembayaran THR kepada ASN.

Hanya saja menurut Andi Muliadi kembalinya uang ke bank cukup lambat. “Andai itu cepat kembali tentu akan memberikan manfaat yang lebih besar kepada perbankan dan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu Akademisi STIEM Palopo, Halim Palatte saat diminta tanggapannya mengatakan masyarakat sebaiknya belanja kebutuhan mereka di Palopo saja.

“Sebenarnya belanja kebutuhan diluar daerah itu memiskinkan daerah sendiri,” ucapnya.

Supaya ada perputaran uang dimana setiap perbelanjaan pelaku usaha mendapatkan nilai tambah dan itu akan kembali ke perbankan lagi.

Sumber : fajar.co.id


 Kembali