Bapenda dan Bank Sulselbar Launcing Sipijar, Bayar Pajak Ranmor Sistem Auto Debit

Selasa | 12 Februari 2019


Bapenda dan Bank Sulselbar Launcing Sipijar, Bayar Pajak Ranmor Sistem Auto Debit

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Sulsel kembali menghadirkan inovasi dalam memudahkan proses pembayaran pajak kendaraan. Inovasi itu dinamai Simpanan Pinjaman Pajak Daerah yang disingkat Sipijar, Senin (4/2/2019)

Sipijar diilauncing oleh Asisten II Pemprov Sulsel Muhammad Firda, Kepala Bapenda Sulsel Tautoto Tanaranggina dan Dirut Bank Sulselbar M Rahmat, serta disaksikan Kasubdit Gakkum Direktorat Lalulintas Polda Sulsel AKBP Ade Rahmat, dan pihak Jasaraharja.

Kepala Bapenda Sulsel, Tautoto Tanaranggina mengatakan Sipijar ini program kerjasama antara Badan Pendapatan Daerah Sulsel, Jasaraharja, Bank Sulselbar dan Direktorat Polda Sulsel.

Ia menjelaskan Sipijar ini hadir untuk memudahkan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan, dengan sistem auto debit.

Menurutnya sistem auto debit ini tidak lagi ada transaksi tunai antara pemilik kendaraan dan petugas yang ada di Samsat.

Ada dua sasaran dihadirkannya Sipijar, diantaranya mencegah terjadinya pungli, pembayaran pajak kendaraan pas tepat waktu.

"Ini kita hadirkan untuk memudahkan para wajib pajak agar tak repot melakukan transaksi tunai di kantor pelayanan Samsat. Mereka juga bayar pajak tepat waktu," kata Tautoto.

Ia menyebutkan Sipijar ini lebih di peruntukkan untuk aparatur sipil negara (ASN), yang notabene penggajian mereka dibayar melalui Bank Sulselbar.

Meski begitu, pihak Bapenda tetap mengacu pada komitmen atau persetujuan dari ASN itu sendiri.

"Jadi kita tidak paksakan, kita hanya memfasilitasi cara cara mudah membayar pajak kendaraan," ujarnya.

Saat ini, Tautoto mengaku akan mensosialisasikan program ini kepada para ASN Pemprov Sulsel.

Sementara itu, Kasubdit Gakkum AKBP Ade Rahmat mengapresiasi inovasi yang dihadirkan oleh Bapenda Sulsel dalam memudahkan pembayaran pajak kendaraan.

"Tentu hal ini kita apresiasi, pasalnya ada nilai pencegahan pungli di program Sipijar ini," katanya.

Walaupun begitu, AKBP Ade Rahmat, juga berharap pengendara tetap melakukan pengesahan disaat proses pembayaran pajak sudah terproses.

"Pengesahan STNK tetap dilakukan, ini untuk legalitas administrasi kendaraan," Ade Rahmat menambahkan.

Sumber : makassar.tribunnews.com


 Kembali
SIMULASI KREDIT


LINKS